hmm. sekitar setengah bulan yang lalu, liat notes cewek (yg dia juga copas) yang isinya tu BISA BUAT AKU NANGIS. SERIUSS !! nyesek gitu. ckckc (apasih?)
nih, aku juga mau copas juga. supaya di blog aku ada notes yang modelnya JLEB kek gini.
cekidot.
POHON
Alasan
mengapa orang-orang memanggilku “Pohon” karena aku sangat baik dalam
menggambar pohon. Setelah itu, aku selalu menggunakan gambar pohon pada
sisi kanan sebagai trademark pada semua lukisanku. Aku telah berpacaran
sebanyak 5 orang wanita ketika aku masih di SMA.
Ada satu wanita
yang aku sangat aku cintai, tapi aku tidak punya keberanian untuk
mengatakannya. Dia tidak memiliki wajah yang cantik, tubuh yang sexy,
dsb, dia sangat peduli dengan orang lain dan religius tapi dia hanya
wanita biasa saja.
Aku menyukainya, sangat menyukainya, menyukai
gayanya yang innocent dan apa adanya, kemandiriannya, aku menyukai
kepandaiannya dan kekuatannya. Alasan aku tidak mengajaknya kencan
karena aku merasa dia yang sangat biasa dan tidak serasi untukku. Aku
juga takut, jika kami bersama semua perasaan yang indah ini akan
hilang. Aku juga takut kalau gosip-gosip yang ada akan menyakitinya.
Aku merasa dia adalah “sahabatku” dan aku akan memilikinya tiada
batasnya dan aku tidak harus memberikan semuanya hanya untuk dia.
Alasan
yang terakhir, membuat dia menemaniku dalam berbagai pergumulan selama
3 tahun ini. Dia tahu aku mengejar gadis-gadis lain, dan aku telah
membuatnya menangis selama 3 tahun.
Ketika aku mencium pacarku
yang kedua, dan terlihat olehnya. Dia hanya tersenyum dengan berwajah
merah dan berkata “lanjutkan saja” dan setelah itu pergi meninggalkan
kami. Esoknya, matanya bengkak.. dan merah… Aku sengaja tidak mau
memikirkan apa yang menyebabkannya menangis, but…
Aku tertawa
dengannya seharian. Ketika semuanya telah pulang, dia sendirian di
kelas untuk menangis. Dia tidak tahu bahwa aku kembali dari latihan
sepak bola untuk mengambil sesuatu di kelas, dan aku melihatnya
menangis selama sejam-an.
Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya.
Pernah sekali mereka berdua perang dingin, aku tahu bukan sifatnya
untuk memulai perang dingin. Tapi aku masih tetap bersama pacarku. Aku
berteriak padanya dan matanya penuh dengan air mata sedih dan kaget.
Aku tidak memikirkan perasaannya dan pergi meninggalkannya bersama
pacarku. Esoknya masih tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada
yang terjadi sebelumnya. Aku tahu bahwa dia sangat sedih dan kecewa
tapi dia tidak tahu bahwa sakit hatiku sama buruknya dengan dia, aku
juga sedih.
Ketika aku putus dengan pacarku yang ke 5, aku
mengajaknya pergi. Setelah kencan satu hari itu, aku mengatakan bahwa
ada sesuatu yang ingin kukatakan padanya. Dia mengatakan bahwa
kebetulan sekali bahwa dia juga ada sesuatu yang ingi dia katakan
padaku. Aku cerita padanya tentang putusnya aku dengan pacarku dan dia
berkata tentang dia sedang memulai suatu hubungan dengan seseorang. Aku
tahu pria itu.
Dia sering mengejarnya selama ini. Pria yang baik,
penuh energi dan menarik. Aku tak bisa memperlihatkan betapa sakit
hatinya aku, tapi hanya bisa tersenyum dan mengucapkan selamat padanya.
Ketika aku sampai di rumah, sakit hatiku bertambah kuat dan aku tidak
dapat menahannya. Seperti ada batu yang sangat berat didadaku. Aku tak
bisa bernapas dan ingin berteriak namun tidak bisa.
Air mata
mengalir dan aku jatuh menangis. Sudah sering aku melihatnya menangis
untuk pria yang mengacuhkan kehadirannya. Ketika upacara kelulusan, aku
membaca SMS di Handphoneku. SMS itu dikirim 10 hari yang lalu ketika
aku sedih dan menangis. SMS itu berbunyi,
“Daun terbang karena Angin
bertiup atau karena Pohon tidak memintanya untuk tinggal?”.
DAUN
Selama
SMA, aku suka mengoleksi daun-daun, kenapa? Karena aku merasa bahwa
daun untuk meninggalkan pohon yang selama ini ditinggali selama ini
membutuhkan banyak kekuatan.
Selama 3 tahun di SMA, aku dekat
dengan seorang pria, bukan sebagai pacar tapi “Sahabat”. Tapi ketika
dia mempunyai pacar untuk yang pertama kalinya, Aku mempelajari sebuah
perasaan yang belum pernah aku pelajari sebelumnya – CEMBURU. Perasaan
di hati ini tidak bisa digambarkan dengan menggunakan Lemon. Hal itu
seperti 100 butir lemon busuk. Mereka hanya bersama selama 2 bulan.
Ketika mereka putus, aku menyembunyikan perasaan yang luar biasa
gembiranya. Tapi sebulan kemudian dia bersama seorang gadis lagi.
Aku
menyukainya dan aku tahu bahwa dia juga menyukaiku, but mengapa dia
tidak mau mengatakannya? Sejak dia mencintaiku, mengapa dia tidak yang
memulainya dulu untuk melangkah? Ketika dia punya pacar baru lagi,
hatiku selalu sakit. Waktu berjalan.. dan berjalan, hatiku sakit.
Aku
mulai mengira bahwa ini adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan, tapi
mengapa dia memperlakukanku dengan sangat baik diluar perlakuannya
hanya untuk seorang teman?
Menyukai seseorang sangat menyusahkan
hati, aku tahu kesukaannya, kebiasaannya. Tapi perasaannya kepadaku
tidak pernah bisa diketahui. Kau tidak mengharapkan aku seorang wanita
untuk mengatakannya bukan?
Diluar itu, aku mau tetap
disampingnya, memberikannya perhatian, menemaninya, dan mencintainya.
Berharap, bahwa suatu hari, dia akan datang dan mencintaiku. Hal itu
seperti menunggu telpon-nya. Setiap malam, mengharapkannya untuk
mengirimku SMS. Aku tahu sesibuk apapun dia, dia pasti meluangkan
waktunya untukku. Karena itu, aku menunggunya. 3 tahun cukup berat
untuk kulalui dan aku mau menyerah.
Kadang aku berpikir untuk tatap menunggu. Luka dan Sakit hati, dan dilema yang menemaniku selama 3 tahun ini.
Ketika
diakhir tahun ke 3, seorang pria mengejarku dia adalah adik kelasku,
setiap hari dia mengejarku tanpa lelah. Dari penolakan-penolakan yang
telah ditunjukkan, aku merasa bahwa aku ingin memberikan dia ruang
kecil dihatiku.
Dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba
meniup daun untuk terbang dari pohon. Akhirnya, aku sadar bahwa aku
tidak ingin memberikan Angin ini ruang yang kecil di hatiku. Aku tahu
Angin ini akan membawa pergi Daun yang lusuh jauh dan ketempat yang
lebih baik. Akhirnya Aku meninggalkan Pohon, tapi Pohon hanya tersenyum
dan tidak memintaku untuk tinggal, aku sangat sedih memandangnya
tersenyum ke arahku.
“Daun terbang karena Angin bertiup atau Pohon tidak memintanya untuk tinggal”
ANGIN
Karena aku menyukai seorang gadis bernama Daun, karena dia sangat bergantung pada Pohon, jadi aku harus menjadi Angin yang kuat.
Angin
akan meniup Daun terbang jauh. Ketika aku pertama kalinya, ketika 1
bulan setelah aku pindah sekolah. Aku melihat seorang memperhatikan
kami bermain sepak bola. Ketika itu, dia selalu duduk disana sendirian
atau dengan teman-temannya memperhatikan Pohon. Ketika Pohon berbicara
dengan gadis-gadis, ada cemburu di matanya. Ketika Pohon melihat ke
arah Daun, ada senyum di matanya.
Memperhatikannya menjadi
kebiasaanku, seperti daun yang suka melihat Pohon. Satu hari, dia tidak
tampak, aku merasakan kehilangan. Seniorku juga tidak ada saat itu, Aku
pergi ke kelas mereka, melihat seniorku sedang memperhatikan Daun. Air
mata mengalir di mata Daun ketika Pohon pergi, besoknya, aku melihat
Daun di tempatnya yang biasa, memperhatikan Pohon. Aku melangkah dan
tersenyum padanya. Menulis catatan dan memberikan kepadanya. Dia sangat
kaget.
Dia melihat ke arahku, tersenyum dan menerima catatanku.
Besoknya, dia datang, menghampiriku dan memberiku catatan. Hati Daun
sangat kuat dan Angin tidak bisa meniupnya pergi, hal itu karena Daun
tidak mau meninggalkan Pohon. Aku melihat ke arahnya dengan kata-kata
tersebut dan pelan dia mulai berkata padaku dan menerima kehadiranku
dan telpon-ku. Aku tahu orang yang dia cintai bukan aku, tapi aku akan
berusaha agar suatu hari dia menyukai aku.
Selama 4 bulan, Aku
tlah mengucapkan kata Cinta tidak kurang dari 20x kepadanya. Setiap
kali dia mengalihkan pembicaraan.. tapi aku tidak menyerah, aku
memutuskan untuk memiliki dia dan berharap dia akan setuju menjadi
pacarku.
Aku bertanya, “Apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak pernah membalas?”
Dia berkata, “Aku menengadahkan kepalaku”.
“Ah?”, Aku tidak percaya apa yang aku dengar.
“Aku menengadahkan kepalaku”, dia berteriak.
Aku meletakkan telpon, berpakaian dan naik taxi ke tempat dia, dan dia membuka pintu, aku memeluknya kuat-kuat.
“Daun terbang karena tiupan Angin atau karena Pohon tidak memintanya untuk tinggal”.
“Jika Kau menginginkan cinta dari seseorang, tunjukkan cintamu. Cinta tidak membutuhkan keraguan, tunjukkan saja !!”
*keknya.. Daun disini kek aku ya, lagi mengharap Pohon.. tapi berusaha buat nunggu Angin yang bisa buat aku senyum*
(caeellaaa ! hihihi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar