Selasa, 10 Januari 2012

the greatness of heart


akhir akhir ini kok sering ngelakuin "something's stupid" ya ?
huh. koplak jugak lama lama.

iaa, sering ngelakuin gini :
1. ngetik sms
2. bengong liat ketikan sms yang siap dikirim
3. trus mikir "sms gak ya ? kalo gak sms... kalo sms..." *mikir keras*
4. aahhhhhhh !!! *langsung narok hape* kesel sendiri !
5. ngambil hape lagi, ngetik kata kata yang sama kek tadi. baca lagi. bengong.
6. ngurangi ato nambahin kata kata yang penting apa gak. trus bengong lagi.
7. dikirim sambil deg degan.

1 menit... 2 menit.... 3 menit... gak ada balesan !!

WUAAAAA ! langsung mikir : I'M REGRET to send the message !!
trus lemess.

5 menit dari situ ada bunyi dering sms masuk. skali ini nambah aneh !
malah gak mau noleh ke hape, takut yang bales malah "dy" yang ditunggu tunggu tadi. malah gak mau megang tu hape.
tapi pelan pelan ngambil hape... gak mau liat sapa yang ngirim.. langsung cepeetttttt buka kunci hape trus baca sms nya sambil mejem bentar. kek ada yang bakal meledak kalo sms itu langsung dibuka ! trus baca sms sambil deg degan gak jelas. ckck.
 oh my ALLAH.. why I was nervous like this ? I'd never done before -.-"

huh, kenapa semenjak "itu" semuanya berasa kek ada yang berubah ? entah dari pihak sini ato pihak sana.
hahaha. bahasanyaaa... PIHAK gitu :D


ehh, iyaa. how are you ? how are you, beautiful girl dressed in peach ?
You've made me very jealous yesterday. HAHAHAH
yaahh, I'M SURE ! i'm jealous :')

gak tau harus seneng apa nyesek ngeliat kamu kemaren, tapi ada perasaan lega disini. tapi banyakan nyeseknya sih. you  make him walking away from me. aku sadar. sadaaaarrrrrr bener. gimana gak sadar ?
2 kali gitu ! He's walk away from me after we saw you..
yahh, mau gimana lagi coba ? kayaknya dia juga masih ada rasa sama kamu, wek. << cewek maksudnya.

huff..
Kepada kamu,
Dengan penuh kebencian.
Aku benci jatuh cinta.
Aku benci merasa senang bertemu lagi dengan kamu,
tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak,
selalu menebak-nebak.
Aku benci deg-degan menunggu kamu online .
Dan di saat kamu muncul,
aku  akan membeku lalu tangan mulai berkeringat,
lalu berpikir,
tersenyum, dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu,
di seberang sana,
bisa tertawa.
Karena, kata orang,
cara mudah membuat orang suka denganmu adalah dengan membuatnya tertawa.
Mudah-mudahan itu benar.

Aku benci terkejut melihat SMS kamu nongol di inbox-ku 
dan aku benci kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya,
menghapusnya,
memikirkan kata demi kata.
Aku benci ketika jatuh cinta,
semua detail yang aku ucapkan,
katakan,
kirimkan,
tuliskan ke kamu menjadi penting,
seolah-olah harus tanpa cacat,
atau aku bisa jadi kehilangan kamu.
Aku benci harus berada dalam posisi seperti itu.
Tapi, aku tidak bisa menawar, ya?
Aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat kamu itu.
Apakah pertanyaan kamu itu sekadar pancingan atau retorika atau pertanyaan biasa yang aku salah artikan dengan penuh percaya diri?
Apakah tanganmu yang kamu sengaja menyentuh pipiku ada maksud dibaliknya?,
atau ada maksud lain,
atau aku yang -sekali lagi-salah mengartikan- dengan penuh percaya diri?

Aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan sesuatu yang bergerak dari dalam dada,
menjalar ke sekujur tubuh,
dan aku merasa pasrah,
gelisah.
Aku benci untuk berpikir aku bisa begini terus semalaman,
tanpa harus tidur.
Cukup begini saja.
Aku benci ketika kamu memainkan lenganku dengan lembut,
Oh, aku benci kenapa ketika tangan kita bersentuhan hampir menggenggam,
aku tidak bernapas,
aku merasa canggung,
aku ingin berlari jauh.
Aku benci aku harus sadar atas semua kecanggungan itu,
tapi tidak bisa melakukan apa-apa.
Aku benci ketika logika aku bersuara dan mengingatkan,
Hey! Ini hanya ketertarikan fisik semata, pada akhirnya kamu akan tahu, kalian berdua tidak punya anything in common,
harus dimentahkan oleh hati yang berkata,
Jangan hiraukan logikamu.
Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil yang ada di dalam diri kamu.
Kesalahan yang secara desperate aku cari dengan paksa karena aku benci untuk tahu bahwa kamu bisa saja sempurna,
kamu bisa saja tanpa cela, dan aku,
Aku benci harus memikirikan apa yang kamu lakukan bersamanya,
menghabiskan waktu dengannya,
atau jalan bersama dia yang lain,
Aku bisa saja benar-benar jatuh hati kepadamu.
Aku benci jatuh cinta, terutama kepada kamu.
Demi Tuhan, aku benci jatuh cinta kepada kamu.
Karena, di dalam perasaan menggebu-gebu ini;
di balik semua rasa kangen, takut, canggung, yang bergumul di dalam dan meletup pelan-pelan

aku takut sendirian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar