Rabu, 12 September 2012

Retorika

aku masih ingat caramu menyapa
aku masih ingat caramu berbicara
aku juga masih ingat caramu tertawa
dan aku juga masih ingat caramu bercerita

mungkin kita berdua tahu
kecanggungan datang setiap kita bertemu
mengartikan setiap debar yang bergetar pilu
yakinkan ikatan itu tidak akan menyatu

aku sudah cukup lelah mengartikan getar ini
karena semua kedekatan ini hanya kosong dan sepi
aku juga telah lelah untuk berimajinasi
menyaksikan dirimu yang tetap bergeming sendiri

aku telah mengakrabkan namamu dalam harapan
memperhatikanmu dari sini dengan penuh kecemasan
aku masih terus mempertahankan
sampai aku tahu kapan harus menyerah dan bertahan
...
jangan tanyakan 'mengapa' kepadaku
coba tanya 'mengapa' pada hatimu
dimana, kapan, dan bagaimana semua berlalu
menghilang dengan sekejap dihadapan aku dan kamu

ikatan cinta diantara kita tak pernah ada
tapi cintaku ke kamu, biar kusimpan dihati saja
bila nanti suatu hari kita akan bertemu
cintaku ini mungkin masih ada, masih untukmu

nb : 
You never know how much you love someone, until the thought of them being with another person is enough to break your heart. They ask me what I see in you and I smile, look down, and say nothing because I don't want them to fall in love with you too :)
do you remember when we used to text all night long? I would close my eyes and fight to stay awake just to stay and talk a little more.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar