Senin, 07 Oktober 2013

Silhouette

Tuhan, jika ini bukan cinta, lalu mengapa aku merasa begitu takut kehilangan?
  
Aku selalu meyakinkan diri dari awal, kalau kamu bukan hanya sekedar pilihanku,
sebab aku tak sekedar memilih, tapi juga berjuang.
Sulit memang mencintaimu, tapi lebih sulit untuk tidak mencintaimu.

Aku ingat betapa renyah tawamu selalu berhasil membuatku jatuh cinta.
Aku juga ingat betapa genggamanmu mampu membuatku yakin, kita bisa.
Ada hal yang sangat aku sukai.
Diam-diam menghirup dalam-dalam aroma punggungmu.
Aku ingin menghirup semua beban yang menumpuk disana agar hilang masuk kekerongkongaan

Sayang, dengarkan baik-baik pintaku..
jangan biasakan dirimu dengan perpisahan dan kepergian.
Mungkin memang terlalu cepat,
namun telah kulesatkan doa, mencatut namamu pada setiap semoga.
Karena di setiap "semoga" darimu, terselip "aamiin" dariku.

Bukannya aku tidak bisa tanpamu,
aku yakin.. aku bisa.
Hanya saja denganmu, aku merasa lebih mampu. Lebih sempurna

Jika ada yang lebih hangat dari sebuah pelukan, mungkin adalah kesetiaan
Jika mulai lelah menghadapiku,
Pergilah sementara, lalu kembali untuk sebuah selamanya.
Jika mulai lelah menyayangiku,
Mari bertatap muka kembali,
Agar kamu ingat bagaimana kita dulu saling jatuh cinta.

Cintai aku pelan-pelan...
Pelan-pelan saja...
Hingga kamu sadar, akulah satu-satunya kebahagiaan

“Tuhan, jika ini bukan cinta, lalu mengapa aku merasa begitu takut kehilangan?”
Lalu aku mulai menemukan jawaban..

Sebab tak kutemukan satu tenang pun di luar lenganmu.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar