Rabu, 21 Mei 2014

Untukmu...



Untukmu UtamaPutra,
Aku mengucapkan pinta pada semesta supaya kau bukan hanya sekedar datang untuk sebuah kepergian. Dan bukan pula hanya menjadi batu loncatan yang harus segera kulewati. Semenjak denganmu aku banyak sekali meminta pada semesta, agar Dia tahu, meskipun aku begitu keras kepala, aku bersungguh-sungguh menginginkan selamanya pada kita.

Mungkin, jalan yang nantinya kita lalui belum terlihat jelas seberapa sulitnya. Namun satu yang aku tahu pasti, menggenggam tanganmu.. meringankan bebanku.
Mungkin suatu hari nanti kau jengah melihatku.
Mungkin suatu hari nanti pula, aku lelah menghadapimu.
Mungkin pula suatu saat nanti kita tahu jalan masing-masing.
Dan mungkin pada saat nanti yang tersisa hanyalah beberapa lembar potong penyesalan dan segenggam besar ego masing-masing.
Tapi kamu harus tahu, perasaanku padamu tak akan ada habis-habisnya.

Untukmu UtamaPutra,
Kau tidak perlu khawatir aku akan meninggalkanmu, karena untuk beranjak sedikitpun, aku tidak pernah mampu.
Kamu juga tidak perlu khawatir aku melukaimu, karena dengan melihatmu sedih sedikitpun, aku tidak pernah tega.
Kamu tidak perlu cemas aku berpaling darimu, karena untuk memalingkan wajah darimu sedikitpun, aku tidak pernah mau.
Kamu tidak perlu cemas aku tak lagi mencintaimu, karena berhenti mengingatmu sedikitpun saja, aku tidak sanggup.
Kamu tidak perlu khawatir tentang semua perhatian dan perasaanku untukmu hilang, karena sebagaimanapun kita tak bersama lagi, kamu tahu... selalu ada tempat teristimewa untukmu diseluruh bagian dari diriku. Meskipun kamu tidak pernah mampu dan akan seperti ini untukku.

Lalu bolehkah aku menamaimu sebuah kebahagiaan yang aku tuju?
Denganku jangan pernah berhenti berlari. Karena sekalinya berhenti, terasa akan seperti mati. Berlarilah sekencang mungkin.
Sekencang itu juga aku akan memperjuangkanmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar